CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Rabu, 11 Juni 2008

Sebentang Jaring Kepercayaan

Sebentang Jaring Kepercayaan

Bila anda tak percaya pada seseorang, maka kebaikan apa pun yang dilakukannya tetap mengundang keraguan dalam diri anda. Tanpa disadari anda mendapati selalu saja ada
kesalahan dalam tindakannya.

Ketidak percayaan menyanyat lebih tajam daripada kritik pedas. Sebaliknya, bila anda percaya pada seseorang, semua kekeliruan yang dilakukannya adalah titik tolak untuk melakukan perbaikan. Tanpa disadari anda terdorong untuk membenahi dan mengisi kekurangan yang ada. Kepercayaan adalah jaring penyelamat bagi setiap peloncat yang gagal.

Keberhasilan bukan hanya karena kerja keras anda sendiri, pasti ada sebentang jaring kepercayaan yang dihamparkan oleh para pembimbing anda. Sedangkan kegagalan seringkali diakibatkan gagalnya anda meraih kepercayaan orang lain.

Uniknya, anda hanya akan meraih kepercayaan manakala anda mau mempercayai orang lain pula. Tali yang kuat terpilin dalam simpul yang kuat. Saling mempercayai adalah simpul yang jauh lebih kuat.


TENTANG CINTA DAN TAUBAT


TENTANG CINTA DAN TAUBAT

Di Antara Berjuta Cinta

Kehidupan ini rasanya tak pernah dapat dilepaskan dari apa yang dinamakan 'cinta'. Dengannya menjadi semarak dan indah dunia ini. Lihat saja, bagaimana seorang bapak begitu bersemangat dalam beraktivitas mencari nafkah, tak lain karena dorongan cintanya terhadap anak dan isterinya. Seorang yang lain pun begitu semangatnya menumpuk harta kekayaan, karena sebuah dorongan cinta terhadap harta benda, demikian pula mereka yang cinta kepada kedudukan, akan begitu semangat meraih cintanya. Itu semua adalah beberapa contoh dari berjuta cinta yang ada. Meskipun kesan yang banyak dipahami orang tentang cinta, identik dengan apa yang terjadi antara seorang pemudi dan pemuda. Padahal cinta tak hanya sebatas itu saja. Ternyata masalah cinta memang tidak sederhana. Ada cinta yang bernilai agung lagi utama, namun ada pula cinta yang haram dan tercela. Cinta sendiri kalau dilihat menurut islam, maka dapat dikategorikan menjadi tiga bentuk. Kita semestinya tahu tentang model cinta tersebut untuk kemudian mampu memilih mana cinta yang mesti kita lekatkan di hati, mana pula cinta yang mesti kita tinggalkan sejauh-jauhnya.

Cinta kepada Allah

Cinta model ini adalah cinta yang paling utama. Bahkan kata ulama kita, cinta kepada Allah adalah pokok dari iman dan tauhid seorang hamba. Karena memang Allah sajalah satu-satunya dzat yang patut diberikan rasa cinta. Segala cinta, kalau kita buat peringkat maka nyatalah bahwa cinta kepada Allah adalah puncaknya. Ia adalah yang tertinggi, paling agung dan paling bermanfaat. Begitu bermanfaat cinta kepada Allah ini, sehingga tangga-tangga menuju kepadanya pun merupakan hal-hal yang bermanfaat pula. Diantaranya berupa taubat, sabar dan zuhud. Apabila cinta diibaratkan sebuah pohon maka ia pun akan menghasilkan buah-buah yang bermanfaat seperti rasa rindu dan ridha kepada Allah.

Mengapa kita mesti cinta kepada Allah ? banyak sekali alasannnya. Diantaranya adalah karena Allah lah yang memberikan nikmat kepada kita, bahkan segala nikmat. Sedangkan hati seorang hamba tercipta untuk mencinta orang yang memberikan kebaikan kepadanya. Kalau demikian, sungguh sangat pantas apabila seorang hamba cinta kepada Allah, karena Dialah yang memberikan semua kebaikan kepada hamba.

"Dan apa-apa nikmat yang ada pada kalian , maka itu semua dari Allah"

(QS Al Baqarah : 165)

Seorang hamba di setiap pagi dan petang, siang dan malam selalu berdoa, memohon dan meminta pertolongan kepada Allah. Dari doa tersebut kemudian Allah memberikan jawaban, menghindarkan hamba dari bahaya, memenuhi kebutuhan hamba tadi. Keterikatan ini mendorong hati untuk mencinta kepada dzat tempat ia bermohon. Setiap insan pun tak lepas dari dosa dan kesalahan, maka Allah selalu membuka pintu taubat kepada hamba tadi, bahkan Allah tetap memberikan rahmah meski hamba kadang tidak menyayangi dirinya sendiri. Kebaikan-kebaikan yang dibuat hamba, tak ada sesuatu pun yang mampu diharap untuk memberi balasan dan pahala kecuali Allah semata.Terlebih lagi, Allah telah menciptakan hamba, dari sesuatu yang tak ada menjadi ada. Tumbuh, berkembang dengan rizki dari Allah Ta'ala. Maka ini menjadi alasan kenapa hamba semestinya cinta kepada Allah. Cinta memang menuntut bukti. Tak hanya sekedar ucapan, seperti pepatah orang arab 'semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila namun si Laila tak pernah mengakuinya'. Dan wujud cinta ilahi dibuktikan dengan :

"Katakanlah apabila kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku (Rasulullah) maka Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian"

(QS Ali Imran : 31)

Mengikuti sunah nabi dan juga berjihad di jalan Allah Ta'ala.

Cinta karena Allah / cinta di jalan Allah

Cinta karena Allah tentu saja mengikuti cinta yang pertama. Seperti dalam kehidupan, ketika kita cinta kepada seseorang maka apa yang dicintai oleh orang yang kita cinta pun kita sukai pula. Cinta karena Allah adalah cinta kepada 'person' yang dicinta Allah seperti para nabi, rasul para sahabat nabi dan orang-orang shalih. Cinta karena Allah jua berujud cinta kepada perbuatan shalih seperti shalat, puasa zakat, berbakti kepada orang tua, memuliakan tetangga, berakhlaq mulia, menuntut ilmu syar'i dan segala perbuatan baik yang lain. Dengan demikian, ketika seoarng muslim mencinta seseorang atau perbuatan maka ia punya sebuah barometer "apakah hadir pada perbuatan maupun orang tadi hal yang dicinta Allah". Bagaimana kita tahu kalau suatu perbuatan dicinta Allah? Jawabnya adalah, apabila Allah perintahkan atau diperintahkan Rasulullah berupa hal yang wajib maupun yang sunnah(mustahab). Cinta yang disyariatkan diantaranya adalah cinta kepada saudara seiman. "Tidak beriman salah seorang diantara kalian sampai mencintai saudaranya sesama muslim sebagaimana mencintai dirinya sendiri" (HR Bukhari dan Muslim) .Cinta ini bermanfaat bagi pelakunya sehingga mereka layak mendapatkan perlindungan Allah di hari tiada perlindungan kecuali perlindungan Allah saja.

Cinta bersama Allah .

Kecintaan ketiga ini adalah cinta yang terlarang. Cinta bersama Allah berarti mencintai sesuatu selain Allah bersama kecintaan kepada Allah. Membagi cinta, adalah model cinta yang ketiga ini. Kecintaan ini hanyalah milik orang-orang musyrik yang mencintai sesembahan-sesembahan mereka bersama cinta kepada Allah. Seperti firman Allah:

"Dan diantara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan, yang mereka mencintai tandingan tadi sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat besar cinta mereka kepada Allah " (QS Al Baqarah : 165)

Kecintaan ini bisa ditujukan kepada pohon, berhala, bintang, matahari, patung , malaikat, rasul dan para wali apabila kesemuanya dijadikan sesembahan selain Allah. Terus bagaimana cinta kita kepada anak, harta, pakaian, nikah dan kepada hal yang berhubungan dunia ? Cinta yang seperti ini adalah cinta yang disebut sebagai "cinta thabi'i" cinta yang sesuai dengan tabiat artinya wajar-wajar saja. Apabila mengikuti kecintaan kepada Allah, mendorong kepada ketaatan maka ia bermuatan ibadah. Sebaliknya bila mendorong kepada kemaksiatan maka ia adalah cinta yang tercela dan terlarang.

TAUBAT

"Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (QS An-Nur : 31 )

"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya". (QS At-Tahrim : 8)

"Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shalih, kemudian tetap di jalan yang benar". (QS Thaha : 82)

"Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak punya dosa".

Oleh karena itu barang siapa melakukan suatu maksiat, haruslah ia segera bertaubat, menyesali perbuatannya, mawas diri dan bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut karena mengagungkan Allah Ta'ala dan ikhlas karena-Nya serta takut kepada siksa-Nya dan Allah akan mengampuni orang-orang yang bertaubat. Maka barangsiapa bersungguh-sungguh menghadap kepada Allah 'Azza wa Jalla, menyesali atas apa yang telah dilakukan, dan bertekad kuat untuk tidak kembali pada perbuatan tersebut serta meninggalkan maksiat karena mengagungkan Allah dan karena takut kepada -Nya maka Allah akan memberikan taubat kepadanya dan mengampuni dosa-dosanya yang lalu dengan karunia dan kebaikan-Nya, akan tetapi jika maksiat tersebut berkenaan dengan orang lain maka taubatnya itu harus diikuti dengan mengembalikan hak orang tersebut atau minta kerelaan orang yang didloliminya untuk membebaskannya dari mengembalikan hak tersebut atau memaafkannya, dengan mengatakan kepada orang tersebut : maafkan saya, atau bebaskan saya dari hak kamu dll. atau dengan mengembalikan haknya kepadanya berdasarkan hadits yang telah saudara sebutkan dalam pertanyaan :

"Barang siapa melakukan aniaya terhadap saudaranya, maka hendaklah ia minta dihalalkan sekarang sebelum terjadi hari tidak berlakunya dinar atau dirham( hari pembalasan ), maka jika orang yang aniaya itu mempunyai amal shalih, maka akan diambil dari kebaikannya itu sebanyak aniayanya terhadap saudaranya dan jika ia tidak mempunyai kebaikan, maka akan diambil kejahatan saudaranya yang dianiaya kemudian dibebani kepadanya" (HR.Bukhari)

Oleh karena itu wajib bagi setiap mu'min untuk selalu berusaha agar terbebas dan selamat dari hak saudaranya, dengan mengembalikan hak tersebut atau minta untuk dihalalkan, jika hak tersebut berupa kehormatan, maka hendaklah ia minta dihalalkan jika bisa, jika tidak bisa atau takut menimbulkan hal yang lebih berbahaya seperti jika ia memberitahukan (bahwa dia telah menceritakan aibnya) dia akan membunuhnya atau lainnya, maka cukuplah ia minta ampunan kepada Allah untuk saudaranya itu dan mendo'akannya serta menceritakan kebaikannya yang diketahuinya sebagai ganti dari apa yang telah dia ceritakan tentang aibnya di tempat-tempat ia menceritakan aibnya itu. Wallahu a'lam.

Pintu taubat senantiasa terbuka sampai terbitnya matahari dari barat, maka bagi setiap kafir dan orang yang bermaksiat untuk bertaubat kepada Allah dengan taubat nasuha. Taubat yang demikian dilakukan dengan menyesali perbuatan maksiat yang sebelumnya dan meninggalkan perbuatan tersebut, dan meninggalkannya karena takut dan mengagungkan Allah. Serta berazam (berjanji dengan sungguh-sungguh) untuk tidak mengulangi lagi. barangsiapa yang bertaubat dengan taubat yang demikian maka Allah akan menghapuskan dosanya yang lalu seperti firman Allah ta'ala

"Dan bertaubatlah kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kalian beruntung." (QS An Nur : 31)

"Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi siapa yang bertaubat dan beramal shalih kemudian tetap di jalan yang benar." (QS Thoha : 82)

Dan Nabi bersabda :

"Islam menghancurkan apa-apa yang ada sebelumnya, dan taubat menghancurkan apa-apa yang sebelumnya"

Dan dari kesempurnaan taubat yang berkaitan dengan hak muslim yang lain adalah mengembalikan hak orang yang didhalimi, atau meminta dihalalkan dari orang yang didhalimi, sebagaimana sabda nabi :

"Barangsiapa yang pernah berlaku dhalim terhadap saudaranya maka hendaknya ia minta dihalalkan sekarang, sebelum datangnya hari yang tidak berlaku dinar dan dirham, jika ada padanya amalan shalih maka diambil amalan kebaikannya sesuai kedhaliman yang ia lakukan, apabila tidak ada amalan kebaikan padanya, maka akan diambil kejelekan saudaranya dan diberikan padanya. (HR Bukhari)

Pendampingan LSM MOB


Minggu, 11 Mei 2008 , LSM Mahasiswa Oposisi Bersatu melakukan pendampingan masyarakat tepatnya didesa Rapak Lambur Kec.Tenggarong. tampak Kapolsek Tenggarong sedang memberikan solusi atas persoalan yang terjadi antara masyarakat dengan pihak perusahaan.

LIMA LANGKAH MEMBACA BUKU YANG EFEKTIF DAN EFISIEN

LIMA LANGKAH MEMBACA BUKU

YANG EFEKTIF DAN EFISIEN

Jika kita sedang melakukan desk study (study literatur) banyak buku (references) yang harus dibaca untuk mencari topik yang relevant dengan study yang sedang dilakukan. Sesekali kita juga tertarik untuk melakukan telaahan kepada buku-buku baru yang memuat teori-teori baru, dan mencoba melakukan perbandingan-perbandingan. Jika kita mendapat tugas mendadak dari atasan, dosen, instruktur, dan sebagainya untuk mengkaji, menelaah teks book, laporan hasil study, proceeding dan sebagainya yang cukup tebal, dan sekaligus diminta untuk membuat resume (summary), sementara, waktu yang tersedia sangat terbatas.

Bagi peneliti atau bagi mereka yang sedang membuat tesis, skripsi, dan sebagainya, kajian/telaahan buku sangat penting untuk mendukung pendebatan, model, metodology study, merumuskan asumsi, membuktikan hipotesa, menganalisa dan sebagainya. Sedangkan bagi pengajar, kajian/telaahan buku sangat bermanfaat dalam memperluas wawasan, memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, mengikuti dinamika perkembangan, melihat hubungan-hubungan antara teori-teori kenyataan di lapangan dan sebagainya, sehingga materi yang diajarkannya tidak kering, selalu menarik dan merangsang mahasiswa untuk menggali lebih mendalam (Quriousity).

Bagaimana kita dapat belajar (membaca-buku) dengan cepat tetapi efektif dan efisien? Berikut disampaikan 5 (lima) langkah yang ditawarkan : General Orientation, Alternative Choice, Preparation, Action, Memorial File.

I. General Orientation

1. Kenali penulisnya : Bibligraphy, disiplin ilmu, kepiawaiannya, latar belakang penulisan, pactical experiens, karya ilmiah lainnya. Bandingkan dengan penulisannya yang setarap dan dalam disiplin ilmu yang sama (luar dan dalam negeri).

2. Baca daftar isi, kecuali organisasi materi/hubungan antar bab. Cari bab-bab/sub-sub bab yang erat kaitannya dengan topik/permasalahan/study yang sedang anda tekuni.

3. Baca kata pengantar dan pendahuluan (latar belakang, tujuan, ruang lingkup, pendebetan, hipotesa awal, dan sebagainya).

4. Lihat tahun penerbitan, validasi data.informasi, aktualita, fenomena, relevansi.

II. Alternative choice

Bandingkan hasil observasi di atas dengan tingkat kebutuhan/kepentingan anda saat itu. Berdasarkan tingkat kemanfaatan “buku” dapat dikategorikan sebagai berikut :

1. Key book/materials : 80-100% sangat terkait langsung/relevan dengan study/permasalahan yang sedang anda tekuni sehingga harus dipelajari dengan penuh keseriusan.

2. Potentional book/materials : 60-80% terkait (langsung, tak langsung), cukup relevan dengan permasalahan/study yang anda tekuni tapi mempunyai potensi dalam mendukung/menunjang study anda sehingga ditempatkan pada prioritas kedua.

3. Ocassional book/materials : 40-60% terkait, prioritas terakhir. Pada saat itu kurang relevan, tetapi suatu saat dapat naik statusnya menjadi key book/materials apabila perubahan/fenomina yang terjadi memperkuat asumsi yang dipakai sehingga menjadi iklim yang condusif/favourable bagi berlakunya teori, pendebatan, model yang ada dalam buku tersebut.

4. Unrelevant books/materials : 40% dianggap tidak relevan sebaiknya jangan dibaca dulu mungkin dapat digunakan untuk study yang lain.

(Dengan catatan : interval presentase tersebut terserah justifikasi anda)

III. Preparation

Untuk kegiatan pengkajian/telaahan buku-buku yang memerlukan keseriusan perlu dipersiapkan :

Physis/biologis : Pastikan kondisi fisik anda dalam keadaan prima/fit, otak segar, penglihatan normal, sirkulasi darah, sistem pemapasan, sistem pencemaran, semuanya dalam keadaan normal, baju longgar.

Psychis : Pastikan kondisi mental, emosional, dan pikiran anda dalam keadaan normal tanpa tekanan, bebaskan dari gangguan persoalan rumah tangga/keluarga, masalah ekonomi, masalah seks dan sebagainya.

Environment : Ciptakan suasana yang cocok bagi anda-tempat belajar, meja-kursi, lampu belajar, sirkulasi udara, keharuman. Bunga, musik, makanan kecil, minuman, jam duduk, akses ke kamar kecil, kertas, alat-alat tulis dll.

Timing : Carilah waktu yang tepat yang diperkirakan tidak akan terganggu oleh tamu, anak-anak, isteri/suami, penagihan rekening, dll

IV. Action

Teknik membaca yang baik dan benar :

1. Siapkan alat tulis, jam dan keperluan lainnya pada posisi yang mudah dijangkau.

2. Letakkan buku di atas meja : lampu di sebelah kiri buku (karena anda membaca tulisan dari kiri ke kanan) gunakan cahaya 25-60 watt dan jangan menggunakan neon (cahaya diffuse).

3. Duduklah tegak di atas kursi dengan ketinggian optimum (posisi buku sejajar dengan diafragma antara rongga dada dan perut).

4. Kepala diusahakan tegak lurus-jarak pandang antara mata dengan tulisan ± 30 cm.

5. Mata bergerak dari kiri ke kanan sesuai dengan urutan huruf/kalimat yang sedang dibaca (jadi bukan kepala yang bergerak).

6. Sesekali berdiri menghirup udara yang segar dan memberikan kesempatan mata untuk melihat yang jauh dan hijau/segar.

7. Sebelum buku ditutup, jangan lupa selipkan batas membaca kemudian simpanlah pada tempat semula

Metoda membaca yang efektif dan efisien

Keberhasilan membaca bukan karena lamanya melainkan karena keefektifan dan keefisienannya. Lebih baik sebentar tapi sering dan kontinyu, daripada lama tetapi hanya satu kali.

Kebiasaan sering membaca ini dapat ditingkatkan frekwensinya, misalnya dari dua kali sehari menjadi tiga kali sehari dan seterusnya.

Trik-trik berikut ini dapat membantu anda agar dapat membaca buku dalam waktu singkat tetapi efektif dan efisien.

Quick reading :

1. Pahami

2. Kuasai

3. Pilah

4. Baca

5. Kaji

6. Buatlah Catatan

7. Memorial file

8. Selesai

(Dikutip oleh H. Sjahrannudin, SE. dari tulisan Maman Djumitri)

Buletin Pengawasan No. 13 & 14 Th. 1998

FAKTOR FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA

FAKTOR FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA

Kita semua sepakat bahwa pelanggaran hak asasi manusia di negara kita elah berlangsung secara vertikal mupun horisontal. Pelakunya mencakup moliter, pemerintah, pengusaha, majikan dan masyarakat umum. Pelanggaran itu tidak hanya terjadi diwilayah publik, tetapi juga di wilayah privat seperti keluarga.

Ada tga paktor penyebab terjdinya pelanggaran hak asasi manusia, yakni pembaaian kekuasan yang tidak berimbang, msyarakat yang belum berdaya, serta masih kuatnya budaya feodal dan paternalistik dalam masyarakat kita. Ketiga paktor tersebut, pada giliranya, memunculakan praktek praktek penyalahgunaan kekuasaan.

Kekuasaan disini tidak melulu menunjuk pada kekuasaan pemerintah, tetapi juga bentuk bentuk kekuasan lain yang ada didalam masyarakat, termasuk kekuasan didalam perusahaan. Para pengusaha yang tidak memperdulikan hak-hak buruhnya jelas melanggar hak asasi manusia, pendek kata, tiap elemen di dalam masyarakat kita, bila memiliki kekuasaan, cederung untuk menyalah gunakannya.

Mengingat banyaknya pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di negara kita, maka maka upaya upaya penegakan hak asasi manausia harus dilakukan secara simultan, baik preventif represif. Secara preventif, tindakan tindakan yang perlu kita lakukan adalah :

· Memberdaykan mekanisme perlindunagan hak asasi manusia yang asa dan membentuk badan – badan khusus untuk mengurusi masalah masalah khusus.

· Mempergiat sosialisasi hak asasi manusia kepada semua kelompok dan tingkatan dalam masyarakat, dengan mengikut sertakan LSM dalam kemitraan dengan pemerintah, demi terwujudnya budaya hak asasi manusia.

· Mencabut dan merevisi semua undang undang dan peraturan yang bertentangan dengan hak asasi manusia.

· Membentuk lembaga yang membantu korban pelanggaran hak asasi manusia dalam mengurus kopensasi dan rehabilitasi.

· Mengembankan manajemen konflik oleh lembaga–lembaga perlindungan hak asasi manusia.

· Mengembangkan penyelenggaraan yang menjujung tinggi nilai–nilai hak asasi manusia.

Secara represif, tindakan–tindakan yang harus kita lakukan adalah :

· Memperoritaskan penyusunan mekanisme penanganan atas kasus-asus pelanggaran hak asasi manusia agar efektif.

· Segera membawa pelaku pelanggaran hak asasi manusia kepengadilan tanpa membeda- bedakan status pelaku dan menjunjung asas praduga tak bersalah .

· Mengembankan program perlindungan tehadap saksi dan korban pelanggaran hak asasi manusia sehingga proses penyelidikan dan penyidikan atas pelanggaran hak asasi manusia dapat dilakukan secara efektif.

Forum juga memberi tekanan khusus terhadaf masalah pelecehan seksual dan tindak kekerasan terhadap perempuan. Pasalnya kasus–kasus pelecehan seksual dan tindak kekerasan terhadap perempuan jarang yang terungkap. Salah satu sebabnya, lagi–lagi, karena karena kita belum memeiliki prosedur yang baku mengenai pengaduan, penanganan dan perlindungan terhadap korban dan saksi pelanggaran hak asasi manusia.

Berikut ini adalah hasil–hasil diskusi yang ditampilkan secara singkat dalam bentuk bagian.

Jenis jenis Pelanggaran

Hak Asasi Manusia :

Pelanggaran Primer

  1. Genocide
  2. Pembunuhan degan segala cara .

3. Pemerkosaan .

Pelanggaran sekunder

Pelanggaran sekunder meliputi semua tindakan yang melanggar

International Comvenant on Civil and Political RightsdanInternational

Comvenan on Economic, Social and Culture Rights

Perincian Jenis jenis Pelanggaran Hak

Asasi Manusia :

  1. Pembunuhan dengan segala cara
  2. Perkosaan.
  3. Segala bentuk tindakan yang semena mena
  4. Segala bentuk penyiksaan, tindak kekerasan, dan penganiyayaan yang tidak menimbulkan hilangnya nyawa.
  5. Segala bentuk peerlakuan yang tidak patut dan tidak di adili terhadap anak dari hasil perkawinan antar agama.
  6. Penculikan, penyekapan, dan penghilangan secara paksa.
  7. Segala bentuk pencekalan yang tidak sesuai dengan hukum yang berlaku.
  8. Pengungsian secara paksa
  9. Perdagangan anak dan perempuan.
  10. Segala bentuk pembatasan terhadap kebebasan untk mengeluarkan pendapat dan berbeda pendapat.
  11. Segala bentuk pelecehan seksual.
  12. Segala bentuk penekanan.
  13. Segala bentuk perusakan sosial .
  14. Pembatasan atas jumlah agama kyang diakuai secara resmi.
  15. Segala bentuk diskriminasi.
  16. Segala bentuk perampasan terhadap kebebasan.
  17. Pelanggaran untuk mendirikan tempat Ibadah.
  18. Segala bentuk perampasan terhadap hak milik.
  19. Segala bentuk pengucilan dan pengusiran, baik dengan alasan politis maupun budaya (termasuk dalam hal ini pengucilan secara adat), yang tidak sesuai dengan hak asasi manusia.

Pelaku pelanggaran hak asasi manusia

  1. Militer (TNI)
  2. Pemerintah.
  3. Pengusaha.
  4. Masyarakat (termasuk pemberontak )
  5. Majikan

Sebab – sebab terjadinya Pelanggaran Hak Asasi Manausia

  1. Kekuasan yang tidak seimbang .
  2. Masayarakat warga yang belum berdaya .
  3. Good Governence masih bersifat retorika.
  4. Corporete Governence masih bersifat retorika .
  5. Masih kuatnya budaya korup.
  6. masih kuatnya budaya paternalistik dan feodal .
  7. Terjadinya praktek–praktek penyalahgunaan kekuasaan.
  8. Interprestasi dan penerapan yang salah dari norma–norma agama dan perintah (intruksi).

Tempat terjadinya Pelanggaran Hak Asasi Manusia.

Keluarga, Lingkungan Kerja dan Masyarakat .

Solusi atas Masalah– masalah Hak Asasi Manusia.

Preventif

1. berdayakan mekanisme perlindungan hak asasi manusia yang ada dan membentuk lembaga–lembaga khusus yang mengenai masalah masalah khusus.

2. Mempergiat sosialisasi hak asasi manusia kepada semua kelompok dan tingkat dalam masyarakat dengan mengikut sertakan LSM dalam kemitraan dengan pemerintah.

3. Mencabut dan merivisi semua undang–undang peraturan yang bertentangan dengan hak asasi manusia.

Represif

4. Membangun Corporate Governace.

5. Membangun budaya hak asasi manusia.

6. Memberdayakan aparat pengawas.

7. Mengembangkan managemen konflik oleh lembaga–lembaga perlindungan hak asasi manusia.

8. Memprioritaskan penyusunan prosedur pengaduan dan penanganan kasus–kasus pelanggaran hak asasi manusia.

9. Membentuk lembaga–lembaga yang membantu korban pelanggaran hak asasi manusia dalam mengurus kompensasi dan rehabilitasi.

10. Mengembangkan lembaga-lembaga dan program–program yang melindungi korban dan saksi pelanggaran hak asasi manusia.

11. Membawa kasus–kasus pelanggaran hak asasi manusia ke pengadilan hak asasi manusia dengan tetap menerapkan asas praduga tak bersalah.

Saya Ingin Belajar

Saya ingin belajar

Saya belajar

Bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain

Mencintai saya

Saya hanya dapat melakukan sesuatu

Untuk orang yang saya cintai ….

Saya belajar

Bahwa butuh waktu bertahun-tahun

Untuk membangun kepercayaan

Dan hanya beberapa detik saja

Untuk menghancurkannya ….

Saya belajar

Bahwa sahabat terbaik bersama saya

Dapat melakukan banyak hal

Dan kami selalu mempunyai

Waktu yang terbaik ….

Saya belajar

Bahwa orang lain

dapat Membangkitkan kembali

Semangat hidup saya

Dan memberi perhatian pada saya …..

Saya belajar

Bahwa persahabatan sejati

Akan senantiasa tumbuh

Walau dipisahkan jarak yang jauh

Beberapa diantaranya melahirkan Cinta Sejati .....

Saya belajar

Jika seseorang tidak menunjukkan perhatian

Seperti yang saya inginkan

Bukan berarti dia tidak mencintai saya .....

Saya belajar

Bahwa sebaik-baik pasangan itu

Mereka pasti pernah melukai perasaan saya

Dan untuk itu saya harus memaafkannya .....

Saya belajar

Bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri

Dan orang lain ....

Kalau tidak ingin dikuasai rasa bersalah

Terus menerus .......

Saya belajar

Bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya

Tapi saya harus bertanggungjawab

Atas apa yang telah saya lakukan .....

Saya belajar

Bahwa dapat manusia dapat melihat satu benda

Tetapi terkadang dari sudut pandang yang berbeda .....

Saya belajar

Bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki

Tapi yang penting siapa saya ini sebenarnya …..

Saya belajar

Bahwa tiada yang instant di dunia ini

Semua butuh proses dan pertumbuhan

Kecuali saya ingin sakit hati …..

Saya belajar

Bahwa saya harus memilih

Apakah mengusai sikap dan emosi

Atau sikap dan emosi yang menguasai diri saya .......

Saya belajar

Bahwa saya punya hak untuk marah

Tapi bukan berarti

Saya harus benci dan berprilaku bengis

Saya belajar

Bahwa kata kata manis tanpa tindakan

Adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai ……

Saya belajar

Bahwa orang-orang yang saya kasihi

Justru sering diambil segera

Dari kehidupan saya ……

Meluruskan Makna Wali Allah dan Mengenal Wali Setan

Meluruskan Makna Wali Allah dan Mengenal Wali Setan
Penulis: Al-Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah An-Nawawi
Syariah, Kajian Utama, 12 - Februari - 2004, 00:46:00

Di masyarakat, wali adalah gelar yang memiliki prestise tinggi. Orang yang sudah mencapai derajat wali, segala tindakan dan ucapannya bak titah raja, harus diterima dan dilaksanakan meski tak jarang melanggar syariat. Mestinya keadaan ini tidak terjadi bila masyarakat paham bahwa tidak semua orang yang dianggap sebagai wali .adalah wali Allah

Adalah perkara yang lumrah bila kita mendengar . Di sisi lain, terkadang menjadi sesuatu yang asing bilakata-kata wali Allah disebut kata wali setan. Itulah yang sering kita jumpai di antara kaum muslimin. Bahkan sering menjadi sesuatu yang aneh bagi mereka kalau mendengar kata wali setan. Fakta ini menggambarkan betapa jauhnya persepsi saudara kita kaum dan lawannya,muslimin dari pemahaman yang benar tentang hakikat wali Allah wali setan.
Dalam gambaran kebanyakan orang, wali Allah adalah setiap orang yang bisa mengeluarkan keanehan dan mempertontonkannya sesuai permintaan. Selain itu, ia juga termasuk orang yang suka mengerjakan shalat lima waktu atau terlihat memiliki ilmu agama. Bagi siapa yang memiliki ciri-ciri tersebut, maka sekalipun dia melakukanakan mudah baginya untuk menyandang gelar wali Allah kesyirikan dan kebid’ahan.
Pembahasan singkat ini akan mengajak pembaca dan juga menjelaskan bahwa di samping wali Allah
mengetahui hakikat wali Allah ada wali setan. Sekaligus, tulisan ini membantah dan membimbing dua kelompok manusia dan selain mereka -akan disebut di bawah ini-, untuk kemudian menumbuhkan keyakinan agar mereka kembali beriman dan bertakwa kepada Allah, insya Allah.
Pertama, sebagai bantahan terhadap dua kelompok yang telah . Dua kelompok itu keluar dari pemahaman yang benar tentang hakikat wali Allah adalah sebagai berikut:
a. Ahli Tafrith, yaitu orang-orang yang menganggap di
enteng dan meremehkan orang yang beriman dan bertakwa. Kedudukan wali Allah hadapan ahli tafrith tidak jauh beda dengan pelaku maksiat, pelaku kesyirikan, menyatakan: dan kebid’ahan. Padahal Allah

“Apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa?” (Al-Qalam: 35)
“Patutkah Kami menjadikan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah pula Kami menjadikan orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?” (Shad: 28)
b. Ahli Ifrath, yaitu orang-orang yang berlebihan (ghuluw) dalam menyikapi wali Allah, termasuk juga orang-orang yang tersebut sehingga mengangkatnya ke derajat ilahmengkultuskan wali Allah (sesembahan). Diserahkan kepadanya beraneka ragam peribadatan seperti cinta, takut, pengagungan, harapan, doa, penyembelihan, dsb.
Kedua, membimbing orang-orang yang keliru dalam memberikan pangkat kewalian kepada orang yang tidak pantas mendapatkannya. Padahal gelar yang pantas diberikan kepadanya adalah wali setan. Jumlah yang seperti ini di masyarakat sangatlah banyak.
Ketiga, memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa bahwa selama dia berada di atas iman dan takwa maka dia tetap dalam kewalian Allah. Walaupun derajat kewalian itu berbeda-beda pada tiap orang tergantung tinggi rendah iman dan takwanya.

Definisi Wali
Kata ‘wali’ bila ditinjau dari segi bahasa berasal dari kata ‘al-wilayah’ yang artinya adalah ‘kekuasaan’ dan ‘daerah’ sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Sikkit t. Atau terambil dari kata ‘al-walayah’ yang berarti pertolongan.
Menurut syariat, wali (wilayah, walayah) artinya kedudukan yang tinggi di dalam agama yang tidak akan dicapai kecuali oleh orang-orang yang melaksanakan tuntunan agama baik secara lahir maupun batin.
Dari sini, wilayah (kewalian) memiliki dua sisi pandang:
Pertama, sisi yang terkait dengan hamba yaitu melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan kemudian secara bertahap dia meningkatkan ubudiyahnya kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah.
Kedua, sisi yang terkait dengan Allah, yaitu Allah akan mencintai dia, menolongnya, dan mengokohkannya di atas sikap istiqamah. (Madkhal Syarh Ushul I’tiqad, 9/7)

Siapakah Wali Allah ?
Al-Imam Ath-Thabari t mengatakan: “Wali Allah adalah orang yang memiliki sifat seperti yang telah disebutkan Allah yaitu beriman dan bertakwa.” (Tafsir Ath-Thabari, 11/132)

Ibnu Katsir t mengatakan: “Wali-wali-Nya adalah mereka yang beriman dan bertakwa sebagaimana tentang mereka sehingga setiap orang yang bertakwatelah dijelaskan oleh Allah adalah wali-Nya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/422)
Al-Baidhawi t berkata: “Wali adalah orang-orang yang mewujudkan ketaatan kepada Allah dan orang-orang
Allah yang diberikan segala bentuk karamah.” (Tafsir Al-Baidhawi, hal. 282)
Ibnu adalah orang-orang yang mendekatkanRajab Al-Hambali t mengatakan: “Wali Allah dengan berbagai amalan yang bisa mendekatkan diri
diri kepada Allah kepada-Nya.” (Jami’ Al-‘Ulum wal Hikam, hal. 262)
Ibnu Abil ‘Izzi t berkata: adalah orang yang selalu melaksanakan segala yang dicintai Allah
“Wali Allah dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya dengan segala perkara yang diridhai-Nya.” (Syarah Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyyah, hal. 360)
Al-Hafidz Ibnu Hajar t dan dia
adalah orang yang berilmu tentang Allah mengatakan: “Wali Allah terus-menerus di atas ketaatan kepada-Nya dengan mengikhlaskan peribadatan.” (Fathul Bari, 11/342)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah t berkata: “Wali Allah adalah orang yang beriman dan bertakwa.” Dalam kesempatan lain beliau berkata:
.“Mereka adalah orang-orang yang beriman dan ber-wala’ (loyal) kepada Allah Mereka mencintai apa-apa yang dicintai-Nya, membenci apa-apa yang dibenci-Nya, ridha terhadap apa-apa yang diridhai-Nya, murka terhadap apa-apa yang dimurkai-Nya, memerintahkan kepada apa-apa yang diperintahkan-Nya, mencegah apa-apa yang dicegah-Nya, memberi kepada orang yang Dia cinta untuk diberi, dan tidak memberi kepada siapa yang Dia larang untuk diberi.” (Al-Furqan dalam kitab Majmu’atut Tauhid, hal. 329)
Al-Hafidz Ibnu Ahmad Al-Hakami t mengatakan: , bertakwaadalah setiap orang yang beriman kepada Allah
“Wali Allah .” (A’lamus Sunnah Al-Manshurah, hal.rkepada-Nya dan mengikuti Rasulullah 192)
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin t berkata: “Wali Allah adalah orang-orang yang telah dijelaskan dalam firman-Nya (Yunus: 62-63).” Kemudian beliau menukilkan ucapan Ibnu Taimiyyah t: “Barang siapa yang beriman .” (Syarah Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyahdan bertakwa maka dia adalah wali Allah hal. 626)
Dari beberapa ucapan ulama di atas, sangat jelas bagi kita siapa . Semua ucapan ulama tersebut tidak salingyang dimaksud dengan wali Allah bertentangan walaupun ungkapannya berbeda-beda. Semua pendapat mereka bermuara :pada firman Allah
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (Yunus: 62-63) [Al-Furqan dalam kitab Majmu’atut Tauhid hal. 339]

Siapakah Wali Setan?
Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu t berkata: “Wali setan adalah orang-orang yang menyelisihi Allah dan orang-orang yang tidak mematuhi anjuran Al Qur’an dan As Sunnah. Mereka
adalah ahli bid’ah, berdoa kepada selain , mengingkari kemahatinggianAllah di atas ‘Arsy-Nya, memukul tubuh mereka dengan besi, memakan api dan Allah (perbuatan) lainnya dari amalan-amalan orang Majusi dan setan.” (Al-‘Aqidah Al-Islamiyah, hal. 36)
telah menjelaskan dalam Al Qur’an dalam banyakAllah ayat tentang ciri-ciri dan sifat mereka serta apa yang diperbuat oleh tentara-tentaranya.

Dalil-dalil Adanya Wali Setan
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah t membawakan dalil yang banyak tentang keberadaan wali setan di dalam kitab beliau Al-Furqan Baina Auliya Ar-Rahman wa Auliya Asy-Syaithan, sebagaimana beliau juga membawakan dalil tentang wali Allah, ciri-ciri mereka, dan karamah yang Allah berikan kepada mereka.
Allah berfirman:
“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang kafir berperang di jalan thaghut, karena itu perangilah wali-wali setan karena sesungguhnya tipu daya setan lemah.” (An-Nisa: 76)
“Barangsiapa menjadikan setan sebagai wali (pelindung) selain Allah, maka ia menderita kerugian yang nyata.” (An-Nisa: 119)
“Sesungguhnya mereka tidak lain adalah setan yang menakut-nakuti wali-walinya (kawan-kawannya), karena itu janganlah kalian takut kepada mereka jika kalian benar-benar orang yang beriman.” (Ali ‘Imran: 175)
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al-A’raf: 27)

Masih banyak lagi nash yang menjelaskan keberadaan wali setan di tengah-tengah orang yang beriman. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Barangsiapa yang mengaku cinta kepada maka dia dan ber-wala’ kepada-Nya namun dia tidak mengikuti Rasulullah
Allah . Bahkan barangsiapa yang menyelisihi Rasulullah maka diabukan wali Allah dan wali setan.” adalah musuh Allah
Kemudian beliau berkata: “Walaupun .kebanyakan orang menyangka mereka atau selain mereka adalah wali Allah .” (Al-Furqan dalam kitab Majmu’atut Tauhid,(Namun) mereka bukanlah wali Allah hal. 331)

Wallahu a’lam.